Monday, April 18, 2011

Keledai dan sebuah sumur


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur tua. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup-karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangganya untuk datang membantunya.
Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.

Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !


Apa yang didapat dari kisah pendek diatas, ? Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dll) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah merupakan satu batu pijakan untuk melangkah ke atas. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam, berjuang dan tak menyerah.

Kebahagiaan itu sangat sederhana, bebaskanlah dirimu dari kebencian ketika menyelimuti hati, buang jauh pikiran dari kecemasan, hiduplah apa adanya tanpa memaksakan untuk berlebihan, memberi sedikit apa yang dimiliki, ingatlah kedua orang tua dan saudara, teman yang menyayangimu dan percayalah Tuhan itu slalu mendengar doa dari kamu.
Share this history on :