Thursday, March 31, 2011

Cinta Adalah



Weekend lalu kebetulan temen-temen putri kecil kami sedang berkumpul dan bermain bersama di teras rumah. Masih seperti biasa layaknya obrolan anak kecil dan mereka terlihat sedang memainkan sebuah permainan yang mereka sebut dengan 'Satu Keluarga'. Putri kami menjadi seorang ibu, ada yang jadi ayah, ada yang jadi anak, ada pula yang jadi kakek dan juga neneknya. Mereka seolah sedang mengapresiasikan arti cinta dalam sebuah keluarga. Lalu karena penasaran kami pun mencoba mendekati mereka dan memberi mereka satu pertanyaan.

Apa sih arti cinta menurut kalian?


Simaklah apa jawaban yang kami dapat dari mereka berikut ini,

Tentang Perempuan



1. Perempuan adalah mahluk yang tak dapat didefinisikan

2. Perempuan seperti lautan, dia tunduk kepada siapa saja yang kuat berenang  mengarunginya, tetapi dia ganas terhadap siapa yang lemah dan takut kepadanya

Wednesday, March 30, 2011

Kisah putri kecil dengan Ayahnya


Suatu ketika tanpa sengaja, seorang gadis kecil melihat Ayahnya tengah mengusap-usap wajahnya sendiri yang nampak mulai keriput dengan badannya yang mulai sedikit bongkok, disertai dengan suara batuk yang begitu parau.

Gadis kecil itu lalu memberanikan diri untuk bertanya,
"Ayah... kenapa wajah Ayah kian hari kian keriput dengan badan yang kian membungkuk?"

Sang ayah yang sedang beristirahat di beranda rumah pun lalu menjawab singkat,
"Sebab Ayahmu ini laki-laki, Nak..."

Tuesday, March 29, 2011

TERIMA KASIH IBU



Salam hangat untuk sahabat TERIMA KASIH IBU di Facebook dan di Twitter serta dimana pun berada. Cerita ini ditulis berdasarkan inspirasi dari sebuah "kisah Ibu mata Satu" yang pernah kami posting terlebih dahulu, entah dari mana sumbernya ceritanya yang pasti didalam banyak mengandung arti dan makna, selamilah ia, mudah-mudahan dari kita menjadi sadar dari yang terlupa dulunya.

Sebuah kisah dengan mata memancar penuh kebahagiaan, "bisa saya melihat bayi saya, Dok..?" pinta seorang Ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya.
 

Begitulah awal dari kisah yang kami tulis kali ini, ketika gendongan itu sudah berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, Ibu itu menahan nafasnya.
Dokter yang menungguinya pun segera berbalik memandang ke arah luar jendela. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah daun telinga..! Tersentak, dug!! Jantung Ibu berdegup keras, entah apa yang dirasakannya dan yang pasti anak lelaki mungil ini adalah rezeki yang dititikan oleh Tuhan.  

Monday, March 28, 2011

Terimakasih Ayah


Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Selalu ada jalan dari setiap keruwetan


Ketika saya kecil dulu... waktu itu Ibu sedang menggenggam sehelai kain dan saya sedang asyik bermain di lantai. Spontan lalu saya melihat ke atas dan bertanya tentang apa yang Ibu lakukan. Ibupun lantas menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas kain tersebut. Tetapi saat itu saya tak percaya. Saya bilang kepadanya, bahwa yang saya lihat dari bawah hanyalah gumpalan benang yang semerawut dan ruwet tak berpola.

Dengan senyuman khasnya, Ibu lalu memandangku dan kemudian berkata lembut,

"Anakku... lanjutkan sajalah permainanmu, sementara biarkan Ibu menyelesaikan sulaman ini. Nanti ketika selesai, kamu akan Ibu panggil dan Ibu dudukkan di pangkuan Ibu. Dan kamu pasti akan dapat melihat sulaman ini dari atas."

Saturday, March 26, 2011

Aku, istri dan anak-anak pada sebuah karpet


Adalah kisah didalam kehidupan rumah tangga saya (Andi) dimana pada waktu itu hampir setiap hari sepulang kerja, pasti istri saya atau yang biasa dipanggil Ibu, selalu saja ngomel-ngomel tidak karuan. Selidik punya selidik ternyata dia marah karena sepatu saya selalu meninggalkan jejaknya di atas karpet permadani ruang depan. Bukan hanya itu, rupanya anak-anak saya pun juga suka sekali bermain di atas karpet tersebut. Anak saya yang laki-laki selalu mengotorinya dengan memainkan mobil mainannya dari halaman rumah langsung masuk ke dalam lalu kembali lagi keluar, begitu seterusnya dan seterusnya hingga roda-rodanya meninggalkan jejak kotoran di atas karpet dan lantai rumah. Sedangkan anak saya yang perempuan suka bermain pasar-pasaran dengan mengguntingi kertas kecil-kecil sebagai barang dagangannya. Bahkan tak jarang pula ia memetik dedaunan dan bunga-bunga dari taman depan.

Friday, March 25, 2011

Mulianya hati seorang Ibu


Dears, sebelum melanjutkan, kisah dibawah ini adalah sebuah kisah fiksi yang tertuang didalam imajinasi, tidak ada kejadian fakta didalamnya. Hanya terinspirasi dari kisah Ibu dan Bunda yang di ikutkan dalam festival blog : Minum Teh Bersama Ibu dari guskar dot com

Dirumah nenek (begitulah anakku biasa memanggil Ibu), aku lihat Ibu tengah ngobrol dengan adik perempuanku satu-satunya yang sudah kian beranjak dewasa. Dari mimik mulut mereka, aku tau pasti mereka sedang membicarakan Ayah yang memang jarang pulang akhir-akhir ini. Menurut pengakuannya sih kerja, ya maklumlah Ayahku adalah seorang pengusaha Pub dan Resto yang cukup sangat sibuk. Dan Resto Ayah kebanyakan ada di luar kota. Jadi dalam sebulan, paling banter Ayah pulang hanya tiga sampai empat kali saja. Itupun hanya setengah hari bisa duduk nyantai di rumah bersama kami sedangkan malamnya Ayah harus pergi lagi ngurusin Pub dan Karaoke.

Thursday, March 24, 2011

Air Mata Perempuan


Ketika Tuhan berkata :

"Ketika Aku menciptakan seorang Perempuan, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang sangat istimewa dan Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia akan cinta dan luka dan lembut dalam memberikan kenyamanan bagi cintanya"

Perjuangan cinta sejati seorang istri


Buat para Suami, para Istri maupun para calon suami istri, ini adalah sebuah kisah kehidupan didalam berumah tangga. Ambillah hikmah yang terkandung didalamnya. Semoga kita slalu menjadi slalu keluarga satu dalam bahagia. Amin

Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yang mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina.
Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yang lalu.

Wednesday, March 23, 2011

Karena hanya kita manusia biasa


Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Tuhan hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir, manusiawi lah). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.

Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. 

Tuesday, March 22, 2011

Ketulusan Gadis Yatim Piatu


Pada 30 tahun silam, seorang istri saudagar di Washington , AS , di mana pada suatu malam, tanpa sengaja kehilangan tas tangannya di sebuah rumah sakit. Saudagar itu begitu cemas, dan berusaha mencarinya sepanjang malam itu. Sebab di dalam tas tangan itu bukan saja berisi 100.000 dollar AS, tapi juga berisi sebuah informasi pasar yang sangat rahasia.

Ketika pedagang tersebut tiba di rumah sakit, ia melihat seorang gadis lemah dan kurus yang dingin gemetaran berjongkok bersandaran tembok di koridor rumah sakit yang sunyi, dan yang dipeluknya dengan erat dalam dekapannya itu adalah tas tangan istrinya yang hilang.

Monday, March 21, 2011

Engkau mau diceraikan atau dimadu?


Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri. Semoga menjadi pengingat bagi kita, ketika sudah melangkah ke dalam kehidupan baru nanti.

Cinta itu butuh kesabaran
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita?

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita.
Aku menjadi perempuan yang paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang mempunyai iman, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu.
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

Sunday, March 20, 2011

Sebuah Mukjizat dari kata "Maaf" (Renungan)



Entah dari mana asal muasalnya, yang pasti ini wajib kita sampaikan untuk saling cerita, yang didalamnya banyak mengandung hikmah yang terkadang kita lupakan bahkan diabaikan.

Ada seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak ,, Georgia , Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik kepadanya, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik buat istri dan anaknya perempuan. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, bila keadaan mabuk, ia lalu berbuat kasar dan sering kali ia memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya hinga terkuras habis selama bertahun istrinya menabung. Ia lalu naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang dia anggap yang baik. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. 

Duhai Suamiku


Duhai suamiku
Kadangkala mungkin tergambar di benak pikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.

Cinta yang tak pernah padam selama 60 tahun


Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.

Saturday, March 19, 2011

Sebuah Renungan


Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wow… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Curahan hati kaum Adam


Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan dan yang kalian harus tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! Hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian semua! Hanya karena kalian wahai wanita

Cerita Mini


Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di tengah laut karena kapalnya yang akan karam, namun selalu dan tetap berbahagia tanpa merasakan akan ketakutan dahsyatnya alam laut. Di dalam hatinya bergumam, apapun nanti yang terjadi, saya telah mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang sana. Apabila berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat bertemu dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan bertemu dengan anak pertama saya di surga."
Apa yang bisa diambil hikmah dari cerita mini ini, silahkan renungkan.

TerimakasihIBU on Twitter
TerimakasihIBU Mobile Version

Friday, March 18, 2011

Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.



Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, “berapa lama lagi  kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu
  tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice).

Thursday, March 17, 2011

Aku Menangis untuk Adikku yang 6 Kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Diary Ayah


Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar. Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal – hal kecil dalam rumah tangga.

Pengorbanan Seorang Suami [Kisah Nyata]



Selasa malam (1 Februari 2005), Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam.
Keadaan jalan sudah lumayan sepi. Saya telpon isteri saya kalau saya mungkin agak terlambat dan saya katakan alasan saya berhenti sejenak.

Wednesday, March 16, 2011

Cinta suci dari seorang suami (Kisah Nyata)



Dilihat dari usia beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Masa Pak Suyatno, 58 tahun ke sehariannya diisi dengan merawat isterinya yang sakit. isterinya juga sudah tua. Mereka berkahwin sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikurniakan 4 orang anak, di sinilah awal cobaan menerpa, setelah isterinya melahirkan anak ke empat ……… tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak boleh digerakkan. Hal itu terjadi selama dua tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang dan lidahnya pun sudah tidak mampu digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapkan, dan mengangkat isterinya ke atas tempat tidur.
Sebelum berangkat ke tempat kerja dia meletakkan isterinya di hadapan TV supaya isterinya tidak berasa kesunyian.

Tuesday, March 15, 2011

Cinta dari sebuah lonceng (Renungan)

Alkisah di sebuah desa kecil, ada seorang ibu yang sudah sangat tua dan renta, hidup berdua dengan anak lelaki semata wayang satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena penyakit kronis yang telah alam dialami. Sang ibu kerap kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, berkelahi dan banyak lagi.

Sang Hawa Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun, ia sering berdoa memohon.. "Tuhan tolong sadarkanlah anakku yang selalu kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi, bukakanlah pintu hatina, sku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mengahiri hidupku nanti."

Monday, March 14, 2011

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana



Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu ini adalah hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula suamiku lupa. Ulang tahun pertama, suamiku lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaannya. Sebagai Direktur keuangan, suamiku memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Gadis kecil dan kotak emas
















Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.


"Ini untuk ayah," kata anak gadis itu.


Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

"Tak tahukah engkau nak, jika menghadiahi kado pada seseorang, engkau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!"

Sunday, March 13, 2011

Terimakasih telah dampingi aku selamanya


Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.

Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka sejak dulu dan menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah dan tinggal bersama. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu yang tersisa dirumah telah menjadi saksi berjuta peristiwa. Suatu senja,  sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya  tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri

Saturday, March 12, 2011

Setangkai Mawar Merah untuk Ibu



Seorang pria muda berhenti di sebuah toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga mawar yang akan di paketkan untuk ibunya yang berjarak 500 kilo meter dari tempat tingalnya.

Saat berhenti dijalan depan toko bunga itu, ia melihat seorang gadis kecil yang menangis tersendu-sendu. Entah penyebab apa gadis kecil itu menangis, tanpa pikir panjang pria itu menanyainya "kenapa kamu menangis?" dan di jawab oleh di gadis kecil "saya ingin membeli setangkai mawar merah untuk ibu saya, tapi saya hanya punya uang lima ratus rupiah saja, sedangkan harga bunga mawar itu seribu rupiah"

Terima Kasih Ayah


Tak ada kata yang pantas aku ucap kepadamu ayah. Mungkin engkau bukanlah orang terdekatku. Engkau juga bukan orang yang selalu ada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.

Saat anak-anak lain pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya. Saat anak-anak lain menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu. 

Lagu ini untukmu

Adalah ini kisah nyata yang terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee  USA.  Seorang ibu muda, Karen namanya yang sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya.

Friday, March 11, 2011

Surat Cinta Ayah "Untuk Anakku Tersayang"


Nak, kamu tahu bahwa menjadi seorang ayah itu adalah sangat indah dan sangat mulia, kenapa? karena dengan itu semua membuat aku bangga bahwa mempunyai kerajaan kecil yang aku akan pimpin dan telah aku siapkan sebuah perahu kecil untuk penghuni kerajaanku dan aku bawa ke sebuah laut yang didalamnya ada ombak yang datar, ada badai yang menerjang. 

Thursday, March 10, 2011

Segelas susu



Suatu hari, Deni, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa rupiah uangnya dan mendapati perutnya yang sangat lapar. Deni memutuskan untuk meminta makanan ke rumah berikutnya. Saat tepat berada didepan pintu, tiba-tiba seorang wanita muda keluar yang membuat Deni tiba-tiba ia kehilangan keberanian. Ia pun tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Berapa sih Gaji Ayah?



Ari, adalah salah satu kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka yang sering sekali pulang malam dan malam dikarenakan banyaknya kerjaan dikantor. 

Ari mempunyai seorang putri kecil didalam keluarga yang kecil. Ketika Ari sampai dirumah tepat jam 9 malam, tidak seperti biasanya, Bella, adalah putri pertamanya yang baru duduk di kelas 2 SD yang membukakan pintu untuknya dan sepertinya dari raut wajah Bella yang sedikit lelah sepertinya ia sudah menunggu cukup lama kepulangan ayahnya.

Wanita Buta Yang Beruntung


Entah dari mana kisah cinta dari seorang wanita buta, yang pasti cinta ini memang tak pernah mengenal akan sebuah kekurangan, tak pernah mengenal akan sebuah luka, cinta hanya mengenal siapa dia untuk mencinta.

______________________________________
Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dengan tangannya yang lain di meraba posisi dimana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke Dalam bus mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya. Setelah yakin bangku yang dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Wednesday, March 9, 2011

Lima Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah (Kasih sayang dan cinta seorang Kakak)

Entah dari mana inspirasi cerita ini dibuat, yang jelas sesuatu yang kita yakini walau sangat kecil kemungkinannya dan yang pasti didunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

Amel baru berumur sembilan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Heri. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwa Heri. Hanya operasi dan butuh biaya yang sangat mahal yang bisa menyelamatkan jiwa Heri tapi apalah daya kedua orang tua Amel tidak punya biaya untuk itu adiknya itu.

Amel mendengar ayahnya berbisik kepada Ibunya, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang." 
Dengan tergesa-gesa Amel pergi ke tempat tidur dan mengambil sebuah celengan dari tempat persembunyiannya dalam sebuah lemari. Lalu dipecahkan dan dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat, Ya sampai dengan hitungan lima kali. Nilainya harus benar-benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Amel secara diam-diam menyelinap keluar rumah dan langsung naik bus angkot pergi ke toko obat di sudut jalan. Setibanya di toko obat tersebut, ia melihat seorang apoteker paruh baya berambut sedikit memutih sedang menelepon. Amel menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian tapi sang apoteker terlalu sibuk dengan telepon tersebut untuk diganggu oleh seorang anak kecil yang berusia sembilan tahun. Amel berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal.
Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil !
 
"Apa yang kamu perlukan ?" tanya apoteker tersebut dengan suara marah. "Saya ini sedang berbicara dengan saudara saya."
 
"Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya," Amel menjawab dengan nada yang sama. "Dia sakit...dan saya ingin membeli keajaiban."

"Apa yang kamu katakan ?," tanya sang apoteker.
"Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang... jadi berapa harga keajaiban itu ?"
"Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu." ucap apoteker.

"Dengar, saya mempunyai uang untuk membeli keajaiban itu. Katakan saja berapa harganya." Kata Amel lalu tiba-tiba keluar seorang pria berpakaian rapi  dari balik ruang, berhenti dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu nak?"

"Saya tidak tahu," jawab Amel. Air mata mulai menetes dipipinya. "Saya hanya tahu dia sakit parah dan Ibu saya mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya karena biayanya sangat mahal tapi saya juga mempunyai uang."
"Berapa uang yang kamu punya ?" tanya pria itu lagi.
"Lima ribu lima ratus lima puluh rupiah," jawab Amel dengan bangga. "dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini."

"Wah, kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Lima ribu lima ratus lima puluh rupiah ini harga yang tepat dan cocok untuk membeli sebuah keajaiban yang dapat menolong adikmu". Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Amel sambil berkata : "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya juga orang tuamu."

Ternyata pria apoteker itu adalah seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Heri dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat seperti dulu.

Kedua orang tuanya sangat takjub mendapatkan keajaiban tersebut. "Operasi itu..." bisik ibunya..... "adalah keajaiban. Tak terbayangkan berapa harganya".
Amel hanya tersenyum. Dan hanya dia yang tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut... Ya... Lima Ribu dan Lima Ratus Lima Puluh Rupiah... ditambah dengan "Keyakinan" 


Pesan Admin,
Beginilah seharusnya didalam keluarga, didalam rasa saudara antara satu dengan yang lain. Walau sangat kecil kemungkinan, dengan keyakinan semuanya menjadi mungkin.


Irf_Journey

Tuesday, March 8, 2011

Akan aku lakukan demimu anakku (Kisah Nyata)



Entah dari mana asal muasal kisah ini, yang terpenting mari kita ambil hikmah yang terkandung didalamnya. Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.

Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Bu, saya mau berhenti sekolah dan membantu Ibu bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu, Ibu sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau Ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".

Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, Ibunya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh Ibunya.

Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna.

Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai IBu kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".

Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."

Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun Ibunya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan Ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat Ibunya dan berkata: "TerimakasihIBU"

Pesan Admin :
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang jalan yang tak pernah berujung, sepanjang jaman yang tak tertelan dan sepanjang kenangan dalam kehidupan" 

Cinta dari perempuan yang kita panggil Ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak pernah mengharapkan kembali dari sang anak. Mulia hati dari seorang Ibu, berkerja tak pernah kenal lelah dengan harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depan. 

Mulai sekarang, janganlah malu, katakanlah cinta "Terimakasih Ibu, Aku Mencintaimu, karena Ibu aku mencintai, karena Ibu aku dicintai"

Irf_Journey

Antara harta, tangan dan sebuah cinta


Entah dari mana asal muasal cerita dalam kisah dibawah ini, yang saya sadarkan adalah banyak makna yang tersimpan didalamnya, antara harta dan sebuah cinta. Mudah-mudahan manfaatnya bisa diambil dalam mencurahkan kasih dan sayang terhadap anak-anak kita dirumah seterusnya dan seterusnya.

_______________________________
Gadis kecil berusia empat tahun itu sedang asyik mencoret-coret tanah di pekarangan rumahnya, sementara pembantu yang menjaganya menjemur pakaian. Beberapa waktu kemudian, dewi si gadis kecil menemukan paku berkarat dan memakainya untuk menggambar. Kemudian Dewi berjalan ke garasi dan mulai menggoreskan paku itu di sedan hitam yang baru dibeli Ayahnya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan sedan itu.

Sore harinya, ketika ayah dan ibunya pulang, dengan bangga Dewi menarik tangan Ayahnya untuk memperlihatkan hasil karyanya sendiri di garasi. Pemandangan di garasi itu dengan cepat memompa emosi si Ayah dan karena lepas kendali, ayahnya memukul tangan Dewi dengan mistar. "Ampun Yah ... Ampun Yah..., itulah jeritan yang keluar dari mulut Dewi tapi jeritan ini tidak dihiraukan oleh Ayahnya. Setelah merasa puas, Ayahnya berhenti dan menyuruh pembantu utnuk mengurusi Dewi yang baru saja didisiplinkan tanpa pembelaan sang Ibu.


Tangis yang panjang melelahkan Dewi dan ia pun tertidur. Ketika pembantu memandikannya, dari awal sampai selesai mandi Dewi menangis karena rasa perih di kedua tangannya. Ketika si pembantu memberitahu majikan, mereka hanya menyuruh untuk mengoleskan salep.


Keesokkan harinya mereka bekerja seperti biasa, sementara tangan Dewi mulai membengkak. Saat si pembantu menelepon nyonyanya, ia kembali diperintahkan untuk mengoleskan salep dan memberi obat demam. Hari berganti dan suhu badan Dewi mulai naik, namun kedua orang tuanya tidak serius mengobati tangan Dewi sampai suatu hari suhu tubuh Dewi sangat tinggi.


Dengan panik mereka pun membawa Dewi ke rumah sakit. Diagnosa dokter, Dewi demam diakibatkan oleh luka-luka di tangannya. Setelah di opname selama satu minggu, akhirnya dengan berat hati dokter memberitahukan kondisi Dewi. "Tangannya yang bernanah telah membusuk. Untuk menyelamatkan Dewi maka kami harus mengamputasi tangannya."


Berai air mata dan penyesalan yang tak ada habis-habisnya silih berganti, Ayah dan Ibu Dewi dengan berat hati menandatangani surat persetujuan untuk dilakukannya operasi. Dewi dioperasi dan setelah ia siuman dengan menahan rasa sakit di tangannya ia berkata, "Yah, Dewi enggak akan nakal lagi Yah. Dewi sayang sama Ayah, sama Ibu, tapi Yah, tolong kembalikan tangan Dewi yah. Kalau engga, boleh enggak Dewi pinjam aja Yah, Dewi janji enggak akan mengulanginya, Dewi enggak akan nakal lagi Yah. Ayo Yah, kembalikan tangan Dewi"


Semua orang yang ada di ruangan itu membisu, hanya isak tangis dan derai air mata yang berbicara mewakili kesedihan dan penyesalan mereka.


Pesan Admin:
Efek yang ditimbulkan oleh amarah dan kehilangan kendali adalah rasa sakit dan rasa bersalah. Dalam sebuah keluarga, kesalahan seorang anak berpotensi meningkatkan dan memacu emosi orang tua, namun seharusnya orang tua harus sudah mempersiapkan diri dengan penguasaan diri, tingkat sabar yang tinggi sehingga dapat mendidik anaknya tanpa meninggalkan luka.

Pepatah cinta bilang "emosi adalah kecepatan lidah bekerja daripada pikiran, panasnya hati hanya akan menyeret kita jatuh kedalam perbuatan sesal dan lahirlah penyesalan"

Pada merekalah kita memberikan cinta, pada merekalah kita mengusir akan lelah bekerja. Ingatlah harta hilang slalu bisa dicari dan akan terganti, pada cinta yang hilang, ia tak akan pernah kembali.


Irf_Journey

Ceritakan untukku Ayah


Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?",
"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. "Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut

dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk
Jessi" Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya" "Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",
"Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka", "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
"Iya pa,. lain kali ya pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun

permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.


Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.


Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi "Jessi papa minta maaf nak" "papa sayang Jessi" Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis, memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.


Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.

Adakah perhatian terbaik itu begitu mahal bagi mereka? berilah walau hanya sekali. Bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ? Berilah "Perhatian Terbaik" bagi mereka yang kita cintai.


Lakukan sekarang! Karena hanya ada satu kesempatan untuk memperhatikan dengan hati kita

Rindu Selalu Akan Ayahmu





Usiaku baru tiba di angka Enam
saat sebuah bus berhenti di depan rumahku
lalu pergi membawa lambaian Ayah

Ketika itu Ibu mengenakan senyuman
pikirku pasti ia sedang bahagia
lalu aku kenakan juga senyuman
sebab aku pun ingin bahagia

Kini aku sudah jauh meninggalkan usia enam
tetapi bus yang dulu itu tidak pernah kembali
juga Ayah dan ole-ole yang ia janjikan

tlah lama aku menanggalkan senyuman
namun Ibu masih mengenakan senyuman yang sama
karena itu slalu aku bertanya: "apakah Ibu masih bahagia?"

sambil tersenyum, Ia akan menjawab:
"Ibu terus rindu dan menunggu ayahmu pulang,
itulah yang membuat aku tetap tersenyum
itulah yang membuat aku tak berhenti bahagia"

"TerimakasihAyah"

Monday, March 7, 2011

Sebuah Piring Kayu

Disebuah keluarga, ada seorang kakek tua yang hidup bersama anak, menantu dan seorang cucu laki-laki. Penglihatan si kakek sudah kabur. Ia sudah tidak dapat mendengar dengan baik. Lututnya sudah mulai bergetar.
Jika ia duduk dekat meja makan, ia tidak dapat lagi memegang sendok. Kadang-kadang ia lupa pula sup di atas taplak meja. Dari dalam mulutnya selalu saja sup itu mengalir lagi keluar.

Anak laki-laki dan menantu perempuannya merasa jijik dengan hal itu. Oleh sebab itu kakek tua itu akhirnya duduk sendirian di sudut, di belakang sebuah tungku api. Mereka memberi makan hanya dengan mangkok yang kecil. Ia sering tidak mendapat makan dan minum yang cukup dan tentu saja ia tetap
lapar dan haus. Ia melihat apa saja yang ada di meja makan dengan sedih, selanjutnya keluarlah air matanya.

Suatu ketika jemarinya yang sudah tua tidak dapat lagi memegang mangkuk. Mangkuk itu jatuh dan pecah. Menantu perempuannya mengumpat dan mencaci-maki. Tapi, kakek tua itu tidak berkata sedikit pun. Ia membiarkan
semuanya terjadi. Lalu Menantunnya itu membelikannya sebuah piring yang terbuat dari kayu dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kini dengan piring kayu itu kakek tua itu harus makan. Piring kayu ini dapat membuat si kakek tua lebih tenang karena tidak dapat pecah.

Suatu hari cucunya yang masih berumur empat tahun mengumpulkan batang-batang kayu di tanah.

"Apa yang sedang kamu buat, Nak ?" tanya ayahnya.

"Saya sedang membuat sebuah piring kayu ," jawab anaknya polos, "dengan piring ini ayah dan ibu akan makan, jika nanti saya sudah besar."

Sejurus kemudian ayah dan ibunya saling bertatapan dan mereka mulai menangis. Sejak kejadian itu mereka selalu memapah sang kakek tua ke meja makan, untuk makan bersama. Jika ia lapar atau haus, mereka segera membawakan makanan dan minuman untuknya. Mereka tidak berkata apa-apa, ketika sedikit saja makanan atau minuman tumpah ke lantai.

Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bagi kita, bahwa seberapa menjengkelkan, menyebalkan bahkan lebih buruk dari itu perasaan kita thd orang tua kita.....ketahuilah bahwa mereka-lah orang yang telah melahirkan kita. 

Sunday, March 6, 2011

Penyesalan (Hadiah dari Sang Ayah)

Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford.

Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu- satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.

Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya. Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci !

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah buku yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan buku ini untukku ? " Lalu dia membanting buku itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia.

Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam. Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan buku itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu.

Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut buku itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini" Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang buku itu.

Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir buku itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati........

SEBERAPA MAHAL DAN BERHARGANYA KITA PERNAH KEHILANGAN SEBUAH BARANG, NAMUN TAK SEMENYESAL JIKA KITA KEHILANGAN ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI (Sebelum kita meminta maaf padanya)

Source : http://jeuratraya.blogspot.com/2010/07/penyesalan-hadiah-sang-ayah.html