Showing posts with label cerita mini. Show all posts
Showing posts with label cerita mini. Show all posts

Saturday, May 28, 2011

Antara kertas, piagam dan pekerjaan seorang Ibu [Renungan]



Seorang pria juga seorang Ayah sedang sibuk menghiasi ruangan barunya dan memutuskan memamerkan seluruh piagam penghargaan yang diperoleh daro ketiga putranya dalam berbagai reward.

Tuesday, May 17, 2011

Sebab cinta itu adalah


Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota , sayangnya bis besar itu hanya menyisakan kepulan asap hitam di wajah wanita pengamen itu.

Sunday, April 24, 2011

Cinta seorang anak [Renungan]


Seorang janda miskin Siu Lan mempunyai putrid cantik berumur 7 tahun bernama Lie Mei. Kemiskinan yang melanda membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan jajanan kering seperti kue dan roti dipasar, karena miskin itu pula Lie Mei tidak pernah sekali pun bermanja-manja kepada ibunya layaknya teman-teman disekitar rumahnya.

Monday, April 18, 2011

Keledai dan sebuah sumur


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur tua. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup-karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangganya untuk datang membantunya.

Saturday, April 16, 2011

Mukjizat rejeki


Suatu senja hari saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang 10 tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan.

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda, sambil membagikan bungkusan-bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Saturday, March 19, 2011

Sebuah Renungan


Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wow… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Cerita Mini


Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di tengah laut karena kapalnya yang akan karam, namun selalu dan tetap berbahagia tanpa merasakan akan ketakutan dahsyatnya alam laut. Di dalam hatinya bergumam, apapun nanti yang terjadi, saya telah mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang sana. Apabila berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat bertemu dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan bertemu dengan anak pertama saya di surga."
Apa yang bisa diambil hikmah dari cerita mini ini, silahkan renungkan.

TerimakasihIBU on Twitter
TerimakasihIBU Mobile Version

Thursday, March 17, 2011

Diary Ayah


Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar. Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal – hal kecil dalam rumah tangga.

Saturday, March 12, 2011

Setangkai Mawar Merah untuk Ibu



Seorang pria muda berhenti di sebuah toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga mawar yang akan di paketkan untuk ibunya yang berjarak 500 kilo meter dari tempat tingalnya.

Saat berhenti dijalan depan toko bunga itu, ia melihat seorang gadis kecil yang menangis tersendu-sendu. Entah penyebab apa gadis kecil itu menangis, tanpa pikir panjang pria itu menanyainya "kenapa kamu menangis?" dan di jawab oleh di gadis kecil "saya ingin membeli setangkai mawar merah untuk ibu saya, tapi saya hanya punya uang lima ratus rupiah saja, sedangkan harga bunga mawar itu seribu rupiah"

Tuesday, March 8, 2011

Rindu Selalu Akan Ayahmu





Usiaku baru tiba di angka Enam
saat sebuah bus berhenti di depan rumahku
lalu pergi membawa lambaian Ayah

Ketika itu Ibu mengenakan senyuman
pikirku pasti ia sedang bahagia
lalu aku kenakan juga senyuman
sebab aku pun ingin bahagia

Kini aku sudah jauh meninggalkan usia enam
tetapi bus yang dulu itu tidak pernah kembali
juga Ayah dan ole-ole yang ia janjikan

tlah lama aku menanggalkan senyuman
namun Ibu masih mengenakan senyuman yang sama
karena itu slalu aku bertanya: "apakah Ibu masih bahagia?"

sambil tersenyum, Ia akan menjawab:
"Ibu terus rindu dan menunggu ayahmu pulang,
itulah yang membuat aku tetap tersenyum
itulah yang membuat aku tak berhenti bahagia"

"TerimakasihAyah"

Saturday, January 22, 2011

Seorang yang sangat spesial itu adalah


Tentunya masih segar dalam ingatan kita betapa besar jasa-jasa seorang ibu. Mengandung 9 bulan lamanya. Mempertaruhkan nyawa dan hidupnya agar kita dapat menikmati indahnya dunia yang fana ini. 

Wednesday, January 19, 2011

Rindu Ibu


"Hallo..." Deg! suara itu membuat jantungku berdebar kenjang, darahku seakan berhenti mengalir. Entah sejak kapan kelopak mataku sudah tak bisa menampung buliran air mata yang menumpahi sisi pipiku.
 
"Hallo. Ini kamu nak? Ibu kangen. Kapan pulang?" bibirku bergetar hebat. Aku tidak menyangka jika itu adalah telepon dari beliau. "iya, ini aku. Aku akan pulang setelah libur" suaraku bergetar menahan kerinduan dan rasa bersalah yang menghentak-hentak dinding hatiku.... "pulang yah. Ibu kangen". 


Aku seoalah tercerembab di lumpur, kemudian tenggelam dan tak bernapas lagi, ketika mendengar kata "KANGEN" yang begitu tulus dari bibirnya. Ah ibu...lebih dari setengah tahun aku tidak menghubungi mu lagi...tidak menanyakan kabar mu lagi...bahkan aku ganti nomor Hp, aku tidak memberi taumu....

Bu...maaf kan aku. Aku tidak menghubungi bukan karena aku tidak mengingat mu. Tapi rasa bersalah ini melebihi rasa rindu yang menyusup ke tulang sum-sum tubuhku... Aku belum bisa mempersembahkan kesuksesan didepan mu seperti anak-anak mu yang lain. Setiap memandang matamu yang sayu itu, hatiku hancur...karena aku tidak bisa memenuhi impian mu... dalam diam ku...aku selalu merontak keinginan mu...

Aku ngecewakan mu lagi bu... terlalu banyak derita yang kau tanggung hanya karena memiliki anak seperti ku!

Aku ingin bersujud di kakimu... maaf kan aku...

Dulu kita pernah duduk bersama... kau mendongak ke atas angkasa... ada satu titik kecil benda lewat di atas kepala kita
"Nanti jika engaku dewasa... ibu akan mengikutimu kemana pun kamu pergi"
"iya..." jawab ku... impian mu lah yang membuat aku hidup. Aku ingin bersama mu... 

Engkau adalah wanita terbaik dalam hidup ku... kau pernah menangis karena aku, dengan gurat-gurat tua di wajah mu...

Seorang Wanita

Kata semua orang, dia adalah kehampaan. Semua bertanya padanya, siapakah diriku? Tak ada gubrisan, dia hanya membisu. Dia tertegun dalam kebisuan hidup. Tak ada seorang pun yang dia harapkan. Siapakah yang tahu siapa diriku?

Hanya wanita ini yang tahu segalanya. Tetapi ia juga yang menyembunyikan kegelapan dalam keterangan. Hidup penuh dengan kesunyian cinta. Hanya itu yang bisa dia gambarkan tentang perasaannya selama ini kepadaku. 

Kepadanya yang ada tentang gambaranku, dia telah memberikan sepenuh jiwanya. Aku, hanya makhluk hina yang ada di dunia. Aku tak pantas menyebut namanya, bahkan hanya untuk melihat kedua tatapan lembut dari seorang Ibu, aku gagal.

Semua Ibu di dunia, akan bahagia, bila mendapat bintang dari dunia. Aku terseok-seok mencari sebuah kebulatan hati yang terkuak. Aku ini makhluk tercela yang pernah ada. Aku merusak semua hati yang pernah terluka. 

Ingin ku menyebut dalam relung hatiku Sebuah kata yang terpendam. "Terima kasih Ibu, aku sayang Ibu, dan aku harap Ibu juga sebaliknya." 

Kucampakan semua yang dapat kuraih, tetapi dengan sendirinya semuanya hilang. Terbang dengan semua khayalan yang hilang. Akan ku ukir himpunan notasi kata, agar syahdu sebuah ketenangan terjadi. 

"Ibu, aku menyayangimu, lebih dari segalanya"

Tuesday, January 18, 2011

Hidup Kembali [Kata Bijak Cinta]

Aku menatap lilin itu. Tunggal dan bersahaja. Aku berdoa pada Penciptaku.
Seuntai nyanyian usang yang kuputar sebelum tidurku.

Tuhan, Terimakasih untuk hari ini.

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat merawat manusia, hewan, tumbuhan, serta segenap alam yang kauciptakan ini

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat menikahi dengan seorang yang kucintai dengan segenap raga dan jiwa. 

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat membesarkan anak-anak dengan kesederhanaan cinta,

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat mendedikasikan ilmuku bagi negara ini.

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat mati dalam pelukan mereka yang kukasihi

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat merasakan doa yang terucap oleh anak-anakku di depan pusaraku nanti.

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar aku dapat menjadi persis seperti sifat ibundaku.

Izinkanlah aku tumbuh dewasa, agar kejadian ini terulang lagi, aku meniup lilin itu Tunggal dan bersahaja

Saat Dia beranjak Senja

Ku pandangi raut wajahmu penuh dengan kasih pucat pasi tak seperti dulu, rambutmu yang hitam seakan sirna dimakan usia, tapi itu tak menyurutkan sifatmu yang rahim, tak menyurutkan cinta pada anakmu ini, anak yang sering mendurhakaimu Ibu.

Rp 50.000

Ibu: "Kalau kamu selesai sekolah dan bekerja, boleh tidak kamu kirim uang untuk Ibu? tak usah banyak nak, lima puluh ribu sebulan, cukuplah"

Bertaburan air mataku berceceran mengingat itu. Hari ini kalau Ibu mau lima
juta pun Aku kirim ! Engkau tidak bisa melihat kemenanganku bu.. 

"Tuhan, mohon...sampaikan ke Ibu, bahwa anaknya kini sudah selesai sekolah dan bekerja"

Saat ku bertanya

Saat ku bertanya keindahan apa yang paling indah di dunia? Seseorang menjawab dengan lantangnya "air mata ibu yang jatuh karena bahahia". 


Saat ku bertanya kenistaan apa yang paling nista di dunia? Seseorang menjawab dengan lantangnya "membwat hati seorang ibu terluka"

"Nak, jangan seperti Ibu"

Tak sepatah kata dapat kutuliskan, aku tak tau mengapa, apa
aku harus mengarang, aku hanya bisa termenung, masih teringat di
luar sana. 

Semua orang merendahkanku, semua orang mengusirku. Anak miskin tak berbapak. 

Air mata ini tak pernah berhenti ketika melihat ibu diinjak-injak masyarakat dibuang dari perkerumunan. 

Yang bisa kutuliskan hanya sepenggal
kalimat dalam hidupku ....

"Nak, jangan seperti Ibu"