Adalah Dewi, seorang Ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket.
Showing posts with label Cerita Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Fiksi. Show all posts
Monday, May 23, 2011
Monday, April 18, 2011
Keledai dan sebuah sumur
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur tua. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup-karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangganya untuk datang membantunya.
Saturday, March 26, 2011
Aku, istri dan anak-anak pada sebuah karpet
Adalah kisah didalam kehidupan rumah tangga saya (Andi) dimana pada waktu itu hampir setiap hari sepulang kerja, pasti istri saya atau yang biasa dipanggil Ibu, selalu saja ngomel-ngomel tidak karuan. Selidik punya selidik ternyata dia marah karena sepatu saya selalu meninggalkan jejaknya di atas karpet permadani ruang depan. Bukan hanya itu, rupanya anak-anak saya pun juga suka sekali bermain di atas karpet tersebut. Anak saya yang laki-laki selalu mengotorinya dengan memainkan mobil mainannya dari halaman rumah langsung masuk ke dalam lalu kembali lagi keluar, begitu seterusnya dan seterusnya hingga roda-rodanya meninggalkan jejak kotoran di atas karpet dan lantai rumah. Sedangkan anak saya yang perempuan suka bermain pasar-pasaran dengan mengguntingi kertas kecil-kecil sebagai barang dagangannya. Bahkan tak jarang pula ia memetik dedaunan dan bunga-bunga dari taman depan.
Friday, March 25, 2011
Mulianya hati seorang Ibu
Dears, sebelum melanjutkan, kisah dibawah ini adalah sebuah kisah fiksi yang tertuang didalam imajinasi, tidak ada kejadian fakta didalamnya. Hanya terinspirasi dari kisah Ibu dan Bunda yang di ikutkan dalam festival blog : Minum Teh Bersama Ibu dari guskar dot com
Dirumah nenek (begitulah anakku biasa memanggil Ibu), aku lihat Ibu tengah ngobrol dengan adik perempuanku satu-satunya yang sudah kian beranjak dewasa. Dari mimik mulut mereka, aku tau pasti mereka sedang membicarakan Ayah yang memang jarang pulang akhir-akhir ini. Menurut pengakuannya sih kerja, ya maklumlah Ayahku adalah seorang pengusaha Pub dan Resto yang cukup sangat sibuk. Dan Resto Ayah kebanyakan ada di luar kota. Jadi dalam sebulan, paling banter Ayah pulang hanya tiga sampai empat kali saja. Itupun hanya setengah hari bisa duduk nyantai di rumah bersama kami sedangkan malamnya Ayah harus pergi lagi ngurusin Pub dan Karaoke.
Subscribe to:
Posts (Atom)



